Ladang Perminus berisi intrik di kalangan petinggi di Perusahaan Minyak Nusantara pada tahun ‘70an, saat berita tentang minyak ramai di surat kabar.
Gaya hidup petinggi perusahaan itu dimunculkan berulang-ulang. Kerjanya sehari-hari adalah menerima tamu yang kebanyakan adalah kontraktor asing maupun lokal. Tamu itu datang dalam rangka lobi untu…
“Esok akan menjadi kini. Kini yang menjadi kemarin tak dihiraukan, karena segala yang lampau hanya gumpalan hitam.”
Tokoh Kita merasa sangat kehilangan. Kematian istrinya membuat dunianya kacau. Dia begitu rindu, sampai-sampai dia terus berjalan dan pada setiap tikungan dia berharap akan berjumpa dengan istrinya. Dia pun memutuskan: dia harus z…
Novel ini mengisahkan dua bersaudara mahasiswa kedokteran (Tuti dan Maria).
Tuti seorang kakak yang selalu serius dan aktif dalam berbagai kegiatan wanita. Ia bahkan aktif dalam memberikan orasi-orasi tentang persamaan hak kaum wanita. Pada saat itu, semangat kaum wanita sedang bergelora sehingga mereka mulai menuntut persamaan dengan kaum pria. Se…
Cerpen "Robohnya Surau Kami" bercerita tentang kisah tragis matinya seorang Kakek penjaga surau (masjid yang berukuran kecil) di kota kelahiran tokoh utama cerpen itu
Novel ini menceritakan kisah antara Hamid dan Zainab yang sama-sama jatuh cinta, tetapi terpisah mulai dikarenakan perbedaan latar belakang sosial, hingga Zainab yang dihadapkan oleh permintaan ibunya agar menikah dengan laki-laki yang telah dipilihkan.
Tema kenangan dan masa lalu memang kerap membuat orang-orang termotivasi untuk menulis puisi. Tidak ingin ingatan hilang begitu saja, kemudian puisi menjadi tempat penyimpanan semacam menumen atau tugu. Sedikit berbeda dengan sejarah yang cenderung monoton dalam penyebutan tempat dan tanggal-tanggal. Puisi tidak hanya memendam kejadian secara tampak…