Jenderal Sudirman adalah pahlawan pencetus taktik perang gerilya ini.
Dengan taktiknya rakyat Indonesia mampu melawan pasukan Belanda yang datang dengan peralatan canggih. Walaupun keadaan beliau sakit, tetapi Jenderal Sudirman tetap memimpin prajuritnya bertempur melawan Belanda dari atas tandu. Ia sama sekali tidak rela jika Indonesia dikuasai ol…
Siapa yang tidak kenal Pangeran Diponegoro, pahlawan nasional yang gigih menentang penjajahan Belanda? Putra sulung dari Sultan Hamengkubuwono III ini mewarisi keberanian, kegigihan, dan kebijaksanaan ayahnya.
Belanda yang bertindak semena-mena terhadap rakyat Indonesia membuat Pangeran Diponegoro marah dan bertekad menghancurkan Belanda. Oleh kare…
Midun adalah seorang pemuda yang merupakan seorang anak dari petani miskin. Ia berperangai sopan, taat beragama, dan jago silat. Karena itu ia sangat disukai oleh warga kampung. Namun ada seorang lelaki yang iri kepadanya yaitu Kacak, seorang kemenakan kepala desa yang bergelar Tuanku Laras. Kacak adalah seorang yang sangat sombong dan selalu bersik…
Kalau Tak Untung bercerita tentang kisah hidup seorang perempuan muda bernama Rasmani. Ia berasal dari keluarga yang mementingkan pendidikan ketika masyarakat di sekitarnya masih menuruti aturan yang konservatif, terutama tentang hak perempuan untuk memperoleh pendidikan. Pertentangan dengan lingkungannya tersebut tidak menghalangi usaha Rasmani hin…
Ketika masih kecil Tiwik yang menjadi tLayakoh utama dalam cerita ini banyak menyaksikan nasib penduduk yang diserang bermacam macam penyakit Selalu iba hatinya melihat penderitaan sesamanya Ia ingin menolong dan membantu meringankan beban hidup orang.
Pergolakan menceritakan pengalaman Abdul Salam berdakwah di desa Gunung Baringin. Sebagai seorang yang memiliki pengetahun agama yang cukup luas, Abdul Salam terkejut ketika melihat cara penduduk mengucapkan tahlil dan zikir dengan keras dan penuh dengan hentak-hentakan keras. Ia tergerak untuk meluruskan semua itu. Perlahan-lahan sambil mengajar di…
Inilah sepilihan cerita pendek karya Ajip Rosidi dari dasawarsa 1950-an, yang dituangkan dalam dua bagian, Ajip sepertinya menimba bahan-bahan perkisahannya dari telaga pengalaman pribadi. Pengalaman itu diangkat ke tempat yang lebih tinggi, juga direfleksikan melalui cermin kesadaran, sehingga dapat bersentuhan dengan sebanyak mungkin pribadi lain.…